Kamis, 27 Desember 2007

Puisi Ribut Wijoto

SENGAJA AKU MENCINTAIMU

sengaja aku mencintaimu
lalu biarkan kukirim surat
seperti suratku yang tiada henti
mengalir ke tubuhmu

aku tak pernah menanti jawab
sebab aku belum selesai mengeja
bait bait sajak yang kautulis
tak juga sempat kutolak
sebab cinta adalah kesendirian

rindu aku jadi kekasihmu
sebab dari ada kuingin tiada

1996

DI PUCUK PUCUK

engkaukah itu
bening bergelantungan
di pucuk pucuk daun

dan akukah tuhan
tiap kali menyebut
namamu

1996

KABAR DARI PENGASINGAN

di paruh perjalanan
aku bertanya padamu
engkau kalijaga

sejarah merubah perahu
mencari cermin tanah
namun tanpa upacara
burung burung ketakutan

1996

1 komentar:

Anonim mengatakan...

suka banget sama puisi"nya Mas Ribut!!!! :)